Jakata porn chat Sex chat with a computer just like real

Rated 4.71/5 based on 762 customer reviews

Reports suggest the man hacked into the system after seeing log-in details displayed on the billboard.

CLICK HERE FOR FULL STORY This article was posted in its entirety as received by

After two hours in the booth, he went out and paid.

For a two-hour session, he spent 8,000 Indonesian Ruppiah (72 US cents). A modem can be purchased for only , Indonesian carriers offer .50 tariffs for a monthly 2GB data package on a 3G network and a basic tablet 0.) He didn’t have to pay for the several videos he had downloaded and saved to his Flash disk.

Videotron berukuran 24 meter persegi itu terletak di persimpangan di Jalan Iskandarsyah, Jalan Wijaya-Antasari, Kelurahan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Technical Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan bahwa pembobolan sistem komputer milik Transito kemungkinan tidak dilandasi motif ekonomi.“Sejauh ini tidak ada berita pelaku menuntut sesuatu, hanya meretas kemudian menampilkan video porno,” kata Yudhi dalam keterangan tertulis yang diterima , Minggu (2/10/2016).

The 24-year-old IT analyst could face up to 12 years in jail after admitting to the crime at a court in Jakarta, the Indonesian capital.

Media luar negeri lain yang ikut memberitakan penayangan video porno di videotron itu termasuk BBC.

PT Transito Adiman Jati selaku pengelola videotron yang bersangkutan telah meminta maaf dan meminta pihak berwajib menyelidiki kejadian yang menurut Transito disebabkan oleh tindak peretasan itu.

Pengacara menyebut bahwa foto yang beredar di media sosial tersebut adalah hasil editan."Foro yang beredar selama ini yang juga digunakan sebagai objek untuk diperiksa sebagai barang bukti menjerat FH dalam kasus dimaksud ini sudah merupakan hasil editing yang dibuktikan dengan ada beberapa icon di beberapa bagiannya," ujar Azis Yanuar selaku kuasa hukum Firza dalam keterangan persnya yang diterima detikcom, Jumat (19/5/2017)."Oleh karenanya perkara ini jelas dibangun dengan menggunakan foto dan fake WA chatting hasil proses editing," tambah Azis.

Azis menilai, kasus ini sarat dengan rekayasa yang dibangun untuk menjatuhkan nama baik imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Leave a Reply